Project: winter memory
Genre : shounen-ai,tragedi ,romantic
Pair. : kamijo x hizaki , kamijo x emiru Bands : Versailles , Lareine
PG. : gmn yg baca aja
---***---
Salju putih bersih berjatuhan dari langit. Melihat ke atas dan merasakan hembus angin dingin di tangan. seakan ada hal yang pahit untuk diingat kembali. Namun saat-saat hari berselimutkan salju seperti ini.. ketika dia ada... Terasa hangat.
"Kamijo...kau lagi apa?cepat masuk sini...diluar dingin."
Tapi laki-laki ini harus ia jaga sama seperti dirinya yang sekarang telah menjadi segenggam memori.
Kamijo mengikuti laki-laki cantik itu masuk ke dalam rumah. lampu sepia memberi warna hangat. hizaki menyalakan perapian dan tersenyum padanya.
Kamijo menatap keluar jendela. diluar sana pepohonan diselimuti salju putih... Ia terus bersandar di jendela.. menuangkan anggur dan menenggaknya.
Tak terasa hari hampir gelap. Kamijo mengangkat tubuh itu dan meletakannya di atas ranjang. Raut wajah damai itu menghangatkan hatinya.senyum tipis yang lama menghilang mulai kembali.
Mengelur wajahnya dan menyelimutinya. Kamijo memutuskan kembali sejenak. untuk kembali menyentuh warna dunia yang begitu ia rindukan. Emiru...
---*** FLASHBACK***---
Berlatih dan berlatih.. Kala itu bergulat di dunia musik begitu sulit. mereka hanya mengejar kualitas dan originalitas. Tapi hari ini adalah hari yang sama seperti hari-hari lalu.
"Emiru...mana gitar bass-mu?kita pulang?"
Emiru diam sejenak dan menggelengkan kepala. "Aku..pulang sama mayu.."
Mayu yang masih membereskan barang-barangnya hanya menghela napas mendengar itu.
"Hei...emiru--" Tanpa menghiraukan kamijo,emiru pun keluar dari studio.
"Sudah jangan dikejar.."
"Mayu?.."
"Jangan libatkan aku ya..tapi kau tau kan emiru sifatnya aneh...mau marah mau senang dia hanya diam...memangnya salah kalau dia begitu pendiam?..." Cecar mayu. Kamijo mengerutkan dahinya ,mendengarkan dan berusaha mengerti.
"Kamijo...dia diam bukan untuk kau abaikan...!!nih baca !aku pulang dulu..otsukare.." Mayu pun berpamitan sambil menepak keras kertas itu ke dada kamijo.
"Sudah pulang sana ... biar emiru mayu yang urus.." Machi yang gak mau kena imbas pun segera mendorongnya keluar dari tempat itu.
Akhirnya kamijo pulang ke rumah seorang diri. ----****----
Dirumah ini.. kamijo masih bisa merasakan hari itu. ketika emiru masih bernafas dan menghangatkan dirinya.
Dari luar jendela.. ,dulu disana emiru selalu tersenyum ketika kamijo bergurai hanya demi melihat dan mendengar tawa kecil lelaki itu.
Keraguan muncul ketika kamijo hendak memasukan anak kunci itu. Saat itu...
---***---
Malam menjelang... dalam tidurnya,kamijo mendengar ada seseorang yang mengetuk-ngetuk pintu dan memanggil namanya.
Suara machi..
"Nghh..machi kau tau ini jam berapa?..ada a--"
"Kamijo...kau harus ikut aku..." Kepanikan tersirat di wajah machi.tangan yang mencengkeramnya begitu kuat seperti seseorang yang tak ia kenali lagi.
"Machi..?"
---***---
Seakan bukan orang yang ia kenali lagi.. Machi mencengkeram tangannya. Dengan suara bergetar.. Ia mengatakan hal yang sulit dipercaya. Berita yang meremas hatinya.
Bergegas ke rumah sakit,kamijo melihat Mayu dengan balutan di tangannya...luka di kepala itu terlihat parah..pipinya tergores .. dan kenapa..raut wajah itu begitu sendu..
"Mayu!!..apa yang terjadi...mana emiru...?..mayu jawab aku!!"
Mayu mengangkat kepalanya dgn air mata yang menetes tanpa henti.. Ia menatap laki-laki yang memegang lututnya sambil bersujud di depannya.
"...kamijo...maafkan--aku....jalan itu licin..dan aku..se-seenaknya banting setir..mobilnya terbalik..aku..aku lihat emiru--- tapi--"
Machi yang mendengar suara miris itu hanya terdiam. Dan ketika dokter keluar dari ruang itu..
"Dokter!dokter!apa yang terjadi?mana emiru?!"
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin..tapi pecahan kaca itu menembus tengkorak kepalanya.."
Sejenak dunia terasa hampa. Machi dan mayu yang tertatih-tatih berusaha berlari masuk ke dalam ruangan itu.
Melihat tubuh itu terbujur kaku.. Kamijo menyentuh tangannya. "Ini bohong kan?!kamijo..machi...aku yang membunuhnya..!aku yang membunuhnya!..emiru--maafkan aku.."
Kamijo menarik Mayu dan memeluknya erat. Tak terasa air mata mulai membasahi pipinya.
------ ****-----
Ini sudah terjadi dan emiru tidak bisa kembali lagi. Yang bisa kamijo lakukan hanya menenangkan Mayu yang begitu terpukul.
Fajar menyongsong.. Sinar yang menembus kaca jendela itu..tepat menyinari secarik kertas berwarna pink itu.
Kamijo meraihnya dan membaca surat itu.. Wangi yang menenangkan dan tulisan tangan emiru.
"Kamijo.. Maafkan aku... Mulai hari ini..aku tinggal sama mayu.. Kau tau kan dia seperti kakakku sendiri.. Mayu sering memperhatikan aku.. Tapi jangan khawatir.. Kan kita masih bisa ketemu kalau latihan... Aku kira kamijo gak nyaman kalau ada aku... Seandainya aja aku wanita... Aku bisa dengan mudah memperhatikanmu.. Tapi aku juga laki-laki... Dan disaat kamijo susah aku gak bisa apa-apa dan hanya diam... Maafkan aku ya..jaga dirimu baik-baik. -emiru-"
Terasa panas di mata.. Pandangan yang memudar.. Kamijo meremas kertas itu.
"Seandainya aku wanita....bodoh..kau laki-laki kan? untuk apa menangis?..."
Rasanya seperti disayat benda tajam ketika membaca kata-kata itu.. Noda tetesan air menguak segalanya.. Emiru menangis..ketika menulis surat cintanya.
---***---
Seminggu berlalu... Hidup harus terus berlanjut. Kamijo mengangkat kaki melangkah kembali untuk menemui Mayu yang masih terpukul.
Memutar anak kunci itu dan perlahan membuka pintu... Seseorang berdiri di hadapannya. Mata yang membesar,laki-laki itu terhentak. "E--miru..."
Senyum yang mengembang.. Emiru melangkahkan kaki dan memeluk erat dirinya.
"Tadaima...kamijo.."
Ia membawa seseorang..seseorang yang memegang tangannya dan tersenyum hangat.
---***---
Seseorang kembali memanggil-manggil namanya. Kamijo membuka matanya.. "Hizaki.."
"Kau mimpi apa?..." Raut wajahnya begitu cemas,ia pegang tangan kamijo dan meletakan di dadanya.
"Aku dengar kau panggil namanya lagi...emiru.."
"Maaf..."
Hizaki sama sekali tidak permasalahkan itu.Memeluk kamijo dan mengelus punggungnya.
"Kalau emiru datang dalam mimpi juga gak apa...jangan pernah lupakan dia..tapi aku gak mau kalau kau sedih lagi..seperti dulu.."
Benar... kenapa masih menyimpan kenangan itu sebagai kenangan yang pahit?..
Kamijo tau apa yang disampaikan laki-laki itu dalam mimpinya..
Untuk menjaga orang yang mememeluknya saat ini...lebih lagi daripada mempedulikan dia yang sudah tenang di atas sana.
Kamijo mengangkat tangannya. Secarik kertas pink itu kembali di genggamannya.
"Kamijo...surat itu.."
"Emiru.. Ia kembali untuk menyampaikan sesuatu...padaku."
Kamijo menatapnya..
"Dia ingin aku menjagamu...hizaki.." Menarik tubuh dan mengecup bibirnya,kamijo sadar ia telah mengabaikan seseorang yang ada terus di sisinya.
"Kami-jo..."
Warna kemerahan di pipinya itu..menghapus memori pahit yang melahap dirinya. Senyum manis menghiasi wajah hizaki.
"Kenapa kau jadi aneh sih?..su-sudah!tidur lagi sana!"
Hizaki Menyembunyikan wajahnya dalam selimut. Sementara kamijo tersenyum melihat tingkah bodoh laki-laki yang dicintainya untuk saat ini dan selama-lamanya.
Terima kasih Cintaku yang telah hilang.
Terima kasih Emiru.
----THE END---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar