Kamis, 14 Maret 2013

Fanfic : Heartbeat ( jun x iori )

Project : Heartbeat
Genre   : Romance,comedy,slash
Pair      : jun x iori
Bands  : ex-phantasmagoria,gotcharocka,spiv states
PG.       : ga ada xDa <<< pdhl udh gremet pen bkin semut xDDDDDD w w w

----***----

Ada hal yang gampang diucapkan..
Tapi banyak hal yang sulit diutarakan.
Jun..
Berambut pirang,berwajah manis,dengan lagak tengil.

Dan iori...
Seseorang yang pendiam...
Suka memperhatikan..
Walaupun itu artinya dia tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi di sekitarnya.

Hari ini..sebelum iori pergi...
"Iori!!...iori iori iori...!!!ja-jangan ganti dulu!"

Entah kenapa Jun bergegas menahannya masuk ke ruang ganti.
" ke..hosh..hosh..."

"Ke..hosh..hosh club?.."
Iori mengernyitkan dahinya.

"HOST CLUB itu okeeh?!..kita ke..*nelen ludah*
...kita ke.."

"Aaah..lama...aku mau ganti dulu...outfitnya membakar jiwa ragaku..."

"Hah?..eh!eh! Tu-tunggu dulu!..kita ke..harajuku ~ne?.."

"Nne~?"

"Jangan ikutin aku!!!"

"Yah yah...tunggu aku ambil kartu pass dulu.."

Akhirnya Iori bisa memutar knob pintu itu setelah tangannya dilepas Jun.

---***----
Jun menanti di luar dengan jantung yang berdebar.
Mau bilang bagaimana nanti sama iori?..
Aah..apapun lah...
Yang penting bisa berdua dulu.

"Omatase.."

"Argh!!!! *tunjuk iori* katanya tadi mau ambil kartu pass?! Kenapa ganti?!"

Padahal iori hanya mengganti layer kostumnya dan memakai kaos hitam..sementara yang lain-lain termasuk make-up gak dia lepas.

"Berisik..."

Wajah Jun memerah seperti mau meledak ketika iori berjalan dengan gagahnya dan menggenggam tangannya dengan erat.

---***---
Ini gak benar...
Daritadi iori hanya diam mengikutinya..
Sementara Jun juga hanya sesekali nyengir dan membicarakan barang-barang yang ada di display toko sepanjang jalan itu.

Ketika mengikuti Jun ke gang yang sepi,

"Kau mau bicara apa?.."

Jantung Jun seperti hilang setengah.
Kagetnya setengah mati.
Jangan-jangan iori sudah tau.
Orangnya gak tau aja sudah malu gak karuan..
Apalagi kalau dia sudah tau apa yang mau disampaikannya.

"I..iya...sebenarnya ada..sesuatu..tapi aku kira ini bukan waktu yang tepat sih..tadinya aku mau bilang di studio aja..tapi kalau kedengaran kisaki..nanti dimarahin..."

Iori diam memperhatikan Jun.

Dan Jun jadi makin gelagapan.
"Iori...a-aku mau cari klep gitar..nya...kisaki..."

Pandangan dan kerutan di dahi iori itu semakin membuatnya salah tingkah.
"Yang..yang...waktu itu dijual..kau tau kan?..a-ahaha...hh....percuma..."

"Intinya...?"

".....................---aku su---..."

NGEEEEEEEEEEENG !!!!!!!!!!
Jun reflek tutup telinga denger motor yang mendadak lewat itu.
"Ngomong apa jun?..aku gak denger..*korek2 kuping*"

"Ah..hah??..bukan apa-apa.."

---***---
Akhirnya..
Kembali ke studio.

"Loh..jun..iori...lagi rekam making of kalian kabur seenaknya ?!mau makan gaji buta??.."

"Su-sumimasen deshita!..aku yang salah...aku yang ajak iori..cari--"

"Cari apa?.."
Nada kisaki sedikit membentak.
Iori menunduk dan bisa lihat Jun menunduk lebih rendah lagi sambil memejamkan matanya.

"I-ini bos.."
Tangan kecil itu mengangkat sesuatu yang dipegangnya..
Klep gitar putih dengan nama K I S A K I.

Kisaki menahan tawa lihat anak itu ketakutan.
"Ya ..ya udah..ya udah.. masuk sana..briefing dulu sama kameramen.."

"Arigatou shachou.."
Jawab iori & jun bersamaan.

---***---

"Nna..jun...tadi aku dengar sedikit sih...kau bilang aku su--....su---...apa sih?"

CUKUP!!!
Dengan gagah berani Jun berhenti ,berbalik dan menatap iori.

"Suka.. aku suka.."

"Suka...apa?..."

Menghela napas dan membuang muka.
Raut wajah tersipu itu sama seperti rambutnya..berwarna pink...

"Iori..."

"Iya..? Apa..?"

"Aku suka iori!!!"

sejenak suasana hening.
Suara Jun menyatakan cinta itu terlalu lantang dan matanya menatap jelas ke mata iori.
Seakan menunggu jawaban,Jun menggigit bibir bawahnya.

"Argh!!!!………terima kasih...aku juga suka jun..."

Putus asa,jun hempaskan kepalanya sandarkan dahinya di dada iori.

"Bukan ituuuu~~"

Iori tersenyum sambil mengelus rambut jun..
"Bukan ituuu~~...harusnya kau bilang..aku..cinta..iori...kan?"

Masih dipelukannya,jun menatap lelaki pirang itu.
"Nna!iori...kau...mengerti apa maksudku??"

Hampir tidak percaya akhirnya perasaan itu tersampaikan.
Ketika iori mengangguk,Jun kembangkan senyumnya,tarik bibirnya sedikit demi sedikit memperlihatkan giginya yang berantakan.

"Aah....cukup...*bekep mulut jun*... ayo kita kerja lagi..."

"Okeeeeee~~~"

Akhirnya iori menarik tangan itu dengan genggaman yang menyilang kuat di antara jari-jemari Jun.
Begitu bahagia sampai gigi terasa kering...

Sampai kapanpun...
Hanya iori...
Hanya iori...
Hanya iori yang ada dalam hatinya.

----*** FIN ***----

Tidak ada komentar:

Posting Komentar